PT Rect Media Komputindo

Tiktok, Sosial Media Paling Hot

TikTok, sosial media marketing paling hot

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi khususnya di bagian digital menjadi semakin berkembang pesat. Hadirnya sosial media juga mendukung perkembangan teknologi di jaman sekarang menjadi lebih baik. Tiktok merupakan salah satu platform sosial media yang memiliki perkembangan paling pesat di dunia. Di tahun 2020 sendiri, menurut survey yang dilakukan langsung oleh Hootsuite, Aplikasi ini menjadi platform social media dengan waktu pemakaian terbesar ke 4 di Indonesia menggantikan Twitter, dengan total waktu penggunaan aplikasi hingga 13.8 jam/bulan

Sumber : https://datareportal.com/reports/digital-2021-indonesia

Selain itu, Tik Tok juga menduduki tingkat pertama dalam jumlah download terbesar di Indonesia di tahun 2020

Sumber : https://datareportal.com/reports/digital-2021-indonesia

Dengan kata lain, TikTok berhasil membuat aplikasi yang booming dalam waktu singkat.

Daftar Isi

  1. Sejarah TikTok
  2. Dulu diBully sekarang Diminati
  3. Fitur-Fitur Menarik
  4. Strategi Marketing Lewat TikTok
  5. Strategi Brand Memasarkan Bisnis
  6. Apakah TikTok Masih Layak untuk Digital Marketing?
  7. Konklusi

Sejarah TikTok

Pada bulan September 2016, perusahaan asal China, ByteDance meluncurkan sebuah aplikasi video bernama Douyin. Dalam periode 1 tahun, Douyi sudah berhasil meraih lebih dari 100juta pengguna dan 1 milyar tayangan video pendek setiap harinya! Dengan mengandalkan kesuksesan tersebut, perusahaan ByteDance berpikiran untuk berekspansi keluar China dengan nama yang lebih menarik dan unik. TikTok muncul dengan misi merekam dan menyajikan kreatifitas serta momen berharga dari netizen di seluruh dunia hanya melalui ponsel mereka. Pada tahun 2017, perusahaan ini mengakuisisi aplikasi musical.ly dan menggabungkan aplikasi tersebut dengan TikTok.

Dulu diBully sekarang Diminati

Aplikasi TikTok di tahun 2017 menjadi viral di beberapa negara yaitu Jepang dan Thailand dan menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di App Store.

Namun, di Indonesia sendiri keberadaan aplikasi ini sempat dianggap aneh oleh beberapa pihak. Bahkan sempat menjadi bahan bullyan untuk netizen. Ingat Bowo TikTok? Artis yang sempat viral di TikTok namun di bully karena kontennya. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga sempat memblokir keberadaan aplikasi ini karena dianggap tidak mendidik. 

Memasuki masa pandemi, TikTok kembali menjadi aplikasi populer di Indonesia, dengan konten kreator yang lebih beragam. Mulai dari anak muda hingga orang tua, para pebisnis, sampai merambah ke artis kota dan ibukota mereka mulai berbondong-bondong membuat konten TikTok.

Selain menyediakan fitur untuk para konten kreator, TikTok juga membagikan fitur khusus untuk para kreator untuk bisa menghasilkan uang via pembuatan konten. 

Fitur-Fitur Menarik

Selain menjadi ajang pembuatan konten, aplikasi ini juga membantu para konten kreator untuk membuat videonya seunik dan semenarik mungkin. Beberapa tambahan yang bisa mulai dari menambahkan sticker, memilih lagu dan filter hingga voice over. Selain itu, kalian juga bisa mengubah akun yang semula merupakan akun biasa menjadi akun creator/bisnis. Kamu bisa memilih akun apa yang sesuai dengan karakteristik konten kalian. Untuk akun creator ditujukan untuk para publik figur, konten kreator dan juga influencer / KOL (Key Opinion Leader). Sedangkan akun bisnis ditujukan untuk para pemilik brand, organisasi dan jasa. 

Strategi Marketing Lewat TikTok

Semakin berkembangnya TikTok menjadikan para pemilik bisnis menjadi lebih terbuka dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mulai mengembangkan bisnisnya melalui TikTok. Bukan hanya menjadikan aplikasi ini sebagai wadah untuk menuangkan kreatifitas, mereka mulai memanfaatkan para influencer untuk branding produk mereka. 

Hal ini menjadikan digital marketing di TikTok juga semakin berkembang pesat. Biasanya, para pemilik brand akan berkolaborasi dengan konten kreator/influencer di bidangnya dan memberikan endorse. Kemudian para influencer akan membuat konten dan membantu promosi brand tersebut. 

Dengan memanfaatkan para influencer, harapannya para pemilik bisnis akan memperluas jangkauan audiencenya dan mendapatkan konversi penjualan dari hal tersebut.

Salah satu brand yang memanfaatkan TikTok sebagai platform marketing mereka adalah Good Ponsel, retailer handphone asal Bali. Mereka serius menjadikan aplikasi ini sebagai platform marketing dengan cara memanfaatkan para SPG untuk membuat konten joget seru sambil mereview produk Handphone. Saat ini, akun Good Ponsel memiliki follower lebih dari 2 juta dalam waktu yang relatif singkat.

Lain halnya dengan GUESS, brand ini pernah mempromosikan koleksi Fall’18 nya melalui akun TikTok. Mereka mendorong para netizen untuk membeli produk terbaru mereka dengan diiringi lagu dari Bebe Rexha “I’m Mess”. Hasil dari campaign tersebut berhasil menggaet lebih dari 5.500 video yang di upload oleh pengguna dengan hashtag #InMyDenim dan untuk video mereka sendiri telah mendapatkan 10.5 juta views dan 14.3% engagement rate. Selain itu, campaign ini juga berhasil menambah follower dari akun GUESS hingga 12.000 follower dalam 1 periode campaign (6 Hari).  Kesuksesan brand ini membuktikan bahwa aplikasi TikTok berhasil menarik perhatian pengguna terhadap suatu brand. Bayangkan juga betapa besarnya dampak beriklan di TikTok untuk para pebisnis!

Mulai Beriklan dengan TikTok?

Strategi Brand Memasarkan Bisnis

Setidaknya, ada tiga acara yang biasanya umum digunakan sebuah brand dalam memasarkan produknya melalui aplikasi ini, yaitu:

  1. Membuat akun Brand
    Brand bisa membuat akun sendiri untuk memperluas jangkauan marketingnya via TikTok dan secara rutin mengupdate konten yang ada dalam akun tersebut. Biasanya, semakin banyak video yang di upload, maka besar kemungkinan juga video tersebut menjangkau lebih banyak orang.
  2. Hire Influencer / KOL
    Guna memperluas jangkauan marketing, biasanya brand juga akan melakukan kerjasama dengan beberapa influencer. Bagaimana mencari influencer yang tepat? Biasanya para brand akan mencari tahu terlebih dahulu segmen pasar audience mereka. Untuk melakukan kolaborasi, brand bisa mencari influencer yang sedang digemari, memiliki banyak followers dan mau untuk di endorse dengan rate tertentu bahkan gratis. Tujuan dari hal ini adalah mencari audience baru untuk brand Anda dari followers influencer tersebut.
  3. Membuat konten yang sedang trending
    Apakah kalian sadar? TikTok memiliki berbagai algoritma yang cukup masuk akal dibandingkan dengan yang lain yaitu relasi konten. Jika kamu sering menonton TikTok, maka seringkali konten yang berada di bagian FYP(for your page) kamu adalah konten dengan musik yang sama / bahasan yang sama pula. Hal ini bisa dilakukan juga oleh brand untuk membuat konten kamu semakin viral.
  4. Menggunakan Iklan Berbayar
    Selain 3 cara diatas, sebenarnya kalian juga bisa menggunakan fitur beriklan di TikTok. Aplikasi ini menyediakan platform khusus untuk brand/digital agency untuk bisa mengiklankan konten mereka dengan berbagai Call to Action yang bisa kita set sendiri sehingga kita bisa mencapai KPI yang diharapkan.

Apakah TikTok Masih Layak untuk Digital Marketing?

Menurut data dari Marketeer, masyarakat Indonesia khususnya generasi Z bisa menghabiskan waktu hingga 100 video per harinya. Jika waktu per videonya adalah 1 menit, berarti dalam sehari netizen bisa menghabiskan waktu lebih dari 1 jam HANYA untuk menonton video. Menarik bukan?

Sampai tahun 2019, aplikasi ini memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Hal ini patut dipertimbangkan oleh pemilik bisnis untuk mengekspansi bisnis.

Selain itu, sebagian besar pengguna aplikasi ini di Indonesia memiliki usia di rentang 16-35 tahun. Pada usia ini, sebagian besar netizen akan membeli barang bukan karena kebutuhan, namun karena keinginan. Maka dari itu, para pemilik brand bisa memulai penetrasi produk bisnisnya melalui platform ini.

Konklusi

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk memulai menggunakan TikTok untuk memperluas jangkauan bisnismu?

Berdasarkan data-data diatas, aplikasi ini digadang bisa menggantikan Instagram dan beberapa sosial media lain di tahun tahun kedepan. Dengan menggunakan strategi dan platform yang tepat, kamu bisa semakin mengoptimalkan produk kamu dengan lebih cepat.

Bagaimana cara untuk beriklan di TikTok? Kalian tidak perlu bingung, RECTmedia membuka jasa beriklan di Tiktok, silahkan klik disini jika ada ingin bertanya atau menggunakan jasa iklan tiktok kami.

Mau Memulai Bisnis Anda dengan TikTok?

Exit mobile version